PKM Mahasiswa: Pengenalan Sastra pada Anak

BAB I Pendahuluan

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalag suatu wadah yang dibentuk oleh Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEK DIKTI) Republik Indonesia dalam memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas (PKM Corner 2021).

Program PKM Pengabdian Masyarakat dengan tema Pengenalan Sastra Anak, kegiatan ini dilaksanakan di TK Krasna, Pondok Aren, Tangerang Selatan yang beralamat lengkap di Jl. Swabhakti, Pondok Aren, Kec. Pondok Aren, Kota Tangerang Selaran. Dengan berkembangnya teknologi informasi yang cukup pesat serta era modern yang semakin kekinian, tidak lupa kita ingin memberikan sebuah pengenalan sastra terhadap anak-anak yang masih duduk di Sekolah Taman Kanak-kanak (TK), khususnya kami akan mengenalkan sastra anak, supaya sejak dini mereka tahu dan mengenai sebuah karya sastra, yaitu salag satunya dongeng.

BAB II Tinjauan Pustaka

Sastra anak adalah sastra yang berbicara tentang apa saja yang menyangkut masalah kehidupan ini sehingga mampu memberikan informasi dan pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan itu sendiri kepada anak (Nurgiyantoro, dalam Jurnal “Sastra Anak” Persoalan Genre”, 2004). Menurut Lukens (dalam Nurgiyantiro, 2013:13), genre dapat dipahami sebagai suatu macam atau tipe kesastraan yang memiliki seperangkat karakteristik umum. Adapun genre sastra anak secara garis besar, yaitu: realisme, fiksi formula, fantasi, sastra tradisional, dan puisi.

Dalam sastra anak terdapat dongen dan mendongeng. Maksud dari dongeng adalah merupakan salah satu cerita rakyat yang cukup beragam cakupannya. Istilah dongeng dapat dipahami sebagai cerita yang tidak benar-benar terjadi dan dalam banyak hal sering tidak masuk akal. Sedangkan, mendongeng adalah menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan atau suatu kejadian disampaikan secara lisan dengan tujuan membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada orang lain (Bachri, 2005:10).

BAB III Metode Penelitian

Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian observasi. Metode penelitian observasi yaitu kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati atau meninjau secara dan langsung di lokasi penelitian untuk mengetahui kondisi yang terjadi atau membuktikan kebenaran dari sebuah pendidikan yang sedang dilakukan. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di TK Krasna, Pondok Aren, Tangerang Selatan,. Adapun variabel dan definisi operasional seperti Ice Breaking sebagai variabel independen (bebas) dan mendongeng dengan media buku yang berjudul “Lumba-Lumba yang Suka Menolong”.

BAB IV Pembahasan

Kegiatan PKM yang dilaksanakan dengan acara tatap muka terkait Pengenalan Sastra Anak di TK krasna, Pondok Aren, Tangerang Selatan, berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka meskipun dalan situasi pandemi. Metode diawali dengan pendekatan terhadap murid-murid TK Krasna kelas B2. Kegiatan ini dilaksanakan dalam kurun waktu sehari pada hari Jum’at, tanggal 23 April 2021 dari pukul 09.15 – 10.15 WIB. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini ada 9 murid, 3 guru, dan seorang kepala sekolah TK Krasna. Pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan oleh 5 mahasiswa Universitas Pamulang yang tergabung menjadi satu kelompok. Rincian yang dilakukan terbagi menjadi 4 bagian, yaitu: (1) pembukaan, perkenalan, tepuk semangat, dan bernyanyi dalam bahasa Indonesia dan Inggris, (2) mendongeng tema tentang hewan, (3) mewarnai dan story telling, (4) penutup, pembagian snack, dan oemberian kenang-kenangan.

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang terfokus untuk mengenalkan jenjs sastea anak di TK Krasna, Pondok Aren, sudah dilaksanakan. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan bagi anak-anak tentang sastra anak yang memang sangat cocok dikenalkan sejak dini. Dengan adanya program PKM ini, semoga anak-anak semakin gemar membaca karya sastra anak dan bisa mengambil manfaat yang ada.

BAB V Kesimpulan dan Saran

Bersasarkan pembahasan yang sudah disebutkan, penulis dapat menyimpulkan beberapa hal yang berkaitan dengan pembelajaran mengenai mengajar siswa san siswi. Pola pikir seorang pengajar atau guru dapat berubah layaknya anak harus menguasai life skill atau kompetensi yang ada, memperbanyak pengalaman belajar pada siswa-siswi dalam proses belajar mengajar. Menciptakan pembelajaran yang efektif dan konstekual diperlukan seorang pengahar atau guru yang profesional.