Program Filantropi Sastra Indonesia Universitas Pamulang

Hadirnya pandemi Covid 19 memberikan efek yang berbeda-beda terhadap masyarakat. Termasuk mahasiswa dan dosen-dosen yang berada di lingkungan Sastra Indonesia. Dalam hal ini, kekompakan antara sesama menjadi kunci ditemukannya jalan keluar. Pada saat pandemi resmi diumumkan di Indonesia dan diturunkan ke kampus-kampus. Beberapa mahasiswa sastra Indonesia terjebak di lingkungan berzona merah bahkan berzona hitam, yang mengakibatkan sulitnya mendapatkan pasokan pangan dari mana-mana. Selain itu, mereka juga tidak dapat keluar dengan bebas karena dimana-mana dilakukan pembatasan aktivitas.

 

Atas dasar itu, tim humas dan kemahasiswaan bergabung untuk membuat sebuah program filantropi khusus untuk internal prodi. Program yang dirancang berkonsep “peduli sesama”. Dosen-dosen dan mawasiswa yang keadaannya cukup stabil dianjurkan menyisihkan sebagian rezeki untuk sesamanya yang kurang beruntung.

Antusias dalam kegiatan ini cukup baik. Dosen dan mahasiswa bahu membahu memberikan apa yang mampu mereka berikan. Ada yang berbentuk barang, uang cash, sembako dll. Dana yang terkumpul pun cukup fantastis. Berikut dengan barang-barang dan beberapa puluh pake sembako.

Teknis di lapangan dibantu oleh teman-teman HIMA Sastra Indonesia yang siap siaga menjemput serta mengantarkan bantuan yang akan disalurkan. Tentu itu sangat memudahkan dosen-dosen bagian humas dan kemahasiswaan. Dengan adanya kejasama ini, program filantropi menjadi lebih ringan dan efektif. Pengumpulan dari dosen-dosen

Pasca terselenggaranya program berbagi untuk teman-teman mahasiswa yang terkena pandemic, tidak lama dari itu ada salahsatu teman mahasiswa yang mendapatkan musibah kebakaran. Kebakaran ini benar-benar melahap semua rumah dan sumber pencaharian keluarganya yaitu warung makan.  Program berbagi dilajutkan untuk membantu kebutuhan pertamanya.

Semoga program yang sudah dilaksanakan dapat membantu dan menyampaikan rasa sayang sesame civitas akademikan Prodi Sasindo khususnya dan Universitas Pamulang pada umumnya. Dan harapannya tidak hannya berhenti sampai hari ini, namun dapat berlangsung hingga seterusnya. Terima kasih. Erz.

😃+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *