PKKMB Unpam 2026 Diikuti Puluhan Ribu Mahasiswa, Pimpinan Tekankan Adaptasi, Integritas, dan Anti-Kekerasan
Published on: 29 Agu 2026

Berita, Pendaftaran, PMB, Informasi PMB
Tangerang Selatan —
Universitas Pamulang (Unpam) menyelenggarakan Program Pengenalan Kehidupan
Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di dua lokasi,
yakni Kampus Unpam Kota Serang dan Kampus Kota Tangerang Selatan. Kegiatan yang
berlangsung selama empat hari tersebut diikuti oleh sekitar 28.000 mahasiswa
baru, baik secara luring maupun daring.
Pelaksanaan PKKMB
diawali di Kampus Unpam Kota Serang pada Sabtu, 22 Agustus 2026, diikuti oleh sekitar
6.000 mahasiswa. Sementara itu, pelaksanaan di Kampus Kota Tangerang Selatan
berlangsung dalam tiga agenda, yaitu mahasiswa Reguler A pada Rabu, 26 Agustus
2026 sebanyak sekitar 5.400 mahasiswa, mahasiswa Reguler CK dan Reguler B pada
Kamis, 27 Agustus 2026 sebanyak 3.108 mahasiswa, serta mahasiswa Reguler CS
pada Sabtu, 29 Agustus 2026 sebanyak sekitar 5.200 mahasiswa. Selain
pelaksanaan secara luring, sekitar 3.000 mahasiswa mengikuti PKKMB secara
daring.
PKKMB menjadi
momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi,
memahami kehidupan akademik, serta mempersiapkan diri menghadapi proses
pendidikan di Universitas Pamulang. Dalam kegiatan tersebut, jajaran pimpinan
Unpam menyampaikan sejumlah pesan penting kepada mahasiswa baru sebagai bekal
dalam menjalani kehidupan akademik.

Wakil Rektor III
Universitas Pamulang, Dr. Dameis Surya Anggara, M.Pd., menegaskan komitmen
Unpam untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan bebas dari
kekerasan.
“Kita tidak
membedakan. Semua boleh kuliah di Unpam untuk berubah menjadi lebih baik. Unpam
menolak kekerasan. Jika Anda mendapatkan kekerasan, pelecehan, perundungan dan
sebagainya, silakan segera laporkan ke Ketua Program Studi agar Anda
mendapatkan pendampingan dan perlindungan.”
Pesan tersebut
menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya mendapatkan hak untuk memperoleh
pendidikan, tetapi juga berhak mendapatkan lingkungan akademik yang aman,
nyaman, dan mendukung perkembangan dirinya.
Sementara itu,
Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. Pranoto, M.M., menyampaikan bahwa Universitas
Pamulang hadir untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada masyarakat
dengan biaya yang terjangkau. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan
ilmu sebagai tujuan utama dalam menempuh pendidikan tinggi.
“Daftar kuliah
jangan cari ijazah, tapi cari ilmu.”
Dr. Pranoto juga
memperkenalkan sejumlah lokasi perkuliahan Unpam yang tersebar di Pamulang, Kompleks
Witana Harja, Serpong, dan Kota Serang. Menurutnya, dukungan sumber daya
manusia yang dimiliki Unpam menjadi bagian penting dalam memberikan layanan
akademik kepada mahasiswa.
Dalam kesempatan
tersebut, ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik institusi dan
marwah akademik selama menjalani pendidikan di Unpam.
Pesan mengenai
kesiapan menghadapi perkembangan teknologi disampaikan oleh Rektor Universitas
Pamulang, Dr. E. Nurzaman A.M., M.M., M.Si. Ia mengingatkan mahasiswa baru
bahwa perubahan teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan artifisial atau
Artificial Intelligence (AI), menjadi bagian dari kehidupan akademik dan
profesional saat ini.
“Anda harus mampu
beradaptasi dengan berbagai perubahan. Sekarang era AI. Perlu diingat bahwa AI
adalah alat bantu saja. Keterampilan Anda adalah yang utama.”
Menurutnya,
mahasiswa perlu terus meningkatkan keterampilan sebagai bentuk investasi untuk
menghadapi masa depan. Kehadiran teknologi tidak seharusnya membuat mahasiswa
bergantung sepenuhnya pada AI, tetapi mendorong mereka untuk mengembangkan
kemampuan yang menjadi kekuatan utama dalam proses belajar dan bekerja.
Rangkaian PKKMB Universitas Pamulang Tahun Akademik 2026/2027 tersebut menjadi awal perjalanan mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga memahami nilai-nilai yang perlu dijunjung selama menjalani pendidikan, yakni integritas akademik, sikap saling menghargai, keberanian melaporkan kekerasan, kemampuan beradaptasi, serta kesungguhan dalam mengembangkan keterampilan dan ilmu pengetahuan.




