Dosen Sastra Indonesia Unpam Raih Gelar Doktor dengan Disertasi Sastra Digital Berbasis Nilai Keislaman
Published on: 4 Agu 2026

Berita
Jakarta – Prestasi akademik
kembali ditorehkan oleh dosen Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra
Universitas Pamulang. Dr. Nugroho Widhi Pratomo, M.Pd., berhasil mempertahankan
disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor Program Doktor Sekolah Pascasarjana
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Selasa (29/7/2026). Atas
keberhasilannya tersebut, Nugroho resmi menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan
seluruh tahapan studi doktoral dengan baik.
Disertasi yang berjudul "Penguatan
Kreativitas Menulis Prosa Mahasiswa Melalui Analisis Sastra Digital Berbasis
Nilai Keislaman" mengangkat pengembangan kreativitas menulis prosa
mahasiswa melalui pendekatan sastra digital yang diintegrasikan dengan
nilai-nilai keislaman. Penelitian tersebut menawarkan model pembelajaran yang
adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa mengabaikan pembentukan
karakter dan nilai-nilai moral dalam proses pendidikan.
Sidang promosi dipimpin oleh Prof.
Dr. Ade Hikmat, M.Pd., selaku Ketua Penguji, dengan Dr. Wini Tarmini, M.Hum.,
sebagai Sekretaris Penguji. Tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Prima Gusti
Yanti, M.Hum., sebagai promotor dan Dr. Sukardi, M.Pd., sebagai kopromotor.
Sementara itu, penguji terdiri atas Prof. Dr. Nani Solihati, M.Pd. sebagai penguji
internal dan Dr. R. Panca Pertiwi Hidayati, M.Pd. dari Universitas Pasundan
sebagai penguji eksternal.
Sidang promosi turut dihadiri
oleh Dekan Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Tryana, S.S., M.A., Ketua
Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang, Dr. Misbah Priagung
Nursalim, S.S., M.Pd., para dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas
Pamulang, Ketua Program Studi Magister Linguistik Universitas Nasional Dr. Drs.
Somadi Sosrohadi, M.Pd., serta keluarga besar promovendus yang memberikan
dukungan penuh selama proses studi.
Dalam pidato akademiknya, Dr.
Nugroho Widhi Pratomo menyampaikan refleksi mengenai perjalanan hidup dan
pendidikannya yang penuh perjuangan. Ia menceritakan bahwa dirinya berasal dari
keluarga sederhana di Magetan, Jawa Timur. Sejak usia sembilan tahun, ia telah
kehilangan sosok ayah dan dibesarkan oleh ibunya seorang diri. Dengan penuh
haru, ia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada sang ibu yang telah
mendidik dan mendukungnya hingga mampu mencapai jenjang pendidikan tertinggi.
Di tengah tanggung jawabnya
sebagai dosen Universitas Pamulang, Nugroho berhasil menyelesaikan studi
doktoral dalam waktu 2 tahun 9 bulan. Selama menempuh pendidikan, ia juga
berhasil mempublikasikan artikel pada jurnal internasional bereputasi Q1,
jurnal nasional terakreditasi SINTA 2, menerbitkan buku ber-ISBN, serta
memperoleh beasiswa penyelesaian studi doktor dari LPDP.
Usai sidang promosi, Dr. Nugroho
Widhi Pratomo mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraihnya.
Menurutnya, perjalanan akademik tersebut mengajarkan bahwa keberhasilan tidak
hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh ketekunan, doa,
dan dukungan orang-orang terdekat.
"Perjalanan ini mengajarkan
saya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus belajar. Gelar doktor
ini saya persembahkan untuk ibu saya, keluarga, para guru, institusi tempat
saya mengabdi, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan akademik saya.
Saya berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan
pembelajaran sastra Indonesia di era digital," ungkap Nugroho.
Ketua Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang, Dr. Misbah Priagung Nursalim, S.S., M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, capaian Dr. Nugroho menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan kompetensi akademik.

"Kami mengucapkan selamat
kepada Dr. Nugroho Widhi Pratomo atas keberhasilannya meraih gelar doktor.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Program Studi Sastra Indonesia dan
diharapkan semakin memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, serta kualitas
sumber daya manusia di lingkungan Universitas Pamulang," ujarnya.
Nugroho menegaskan bahwa
keberhasilan ini dipersembahkan bagi kedua orang tua, istri, anak-anak,
keluarga besar, para pendidik, institusi, dan seluruh pihak yang telah
mendukung perjalanan akademiknya. Ia berharap kisah perjuangannya dapat menjadi
motivasi bagi siapa pun yang sedang berjuang di tengah keterbatasan untuk terus
menempuh pendidikan setinggi mungkin.
Keberhasilan Dr. Nugroho Widhi
Pratomo menjadi salah satu pencapaian akademik yang membanggakan bagi
Universitas Pamulang. Selain memperkuat kualitas sumber daya manusia, capaian
ini diharapkan dapat mendorong peningkatan budaya penelitian, inovasi, dan publikasi
ilmiah yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang bahasa
dan sastra Indonesia. (MIS)




