Ciptakan Kelulusan Tepat Waktu Melalui Mahasiswa Sadar Karya Ilmiah
Published on: 2 Mei 2026

Berita, Kegiatan, Seminar
(Serpong, 30/4/25) Program Studi Sastra Indonesia S-1 kembali menyelenggarakan workshop karya ilmiah untuk mahasiswa semester akhir. Workshop ini merupakan kegiatan rutin tahunan sesi ke-8. Sastra Indonesia secara altif menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahun sejak 2019. Tujuannya tentu agar mahasiswa bisa lulus tepat waktu.
Acara dilaksanakan di Ruang Anggrek Lantai 8 Kampus II Universitas Pamulang pada Kamis 30 April 2026. Acara tersebut memecahkan rekor tahun sebelum-sebelumnya dengan 233 peserta. Angka rersebut juga mengalahkan jumlah peserta pada sesi peserta tahun 2019 yang mencapai 198. Lonjakan peserta ini membuat Sastra Indonesia memindahkan lokasi acara dari Anggrek 1 ke Anggrek 2.
Pada kesempatan ini, Sastra Indonesia mengundang 2 pemateri sekaligus. Kedua pemateri merupakan dosen sekaligus praktisi jurnal ilmiah di bidang bahasa, sastra, dan pengajarannya. Pemateri pertama merupakan dosen muda dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) Jakarta, Dr. Syarif Hidayatullah, M.Pd. Pentolan muda Muhammadiyah ini merupakan pengelola jurnal Imajeri dan jurnal Referen. Kedua jurnal tersebut merupakan jurnal Uhamka. Pemateri kedua yaitu Dr. (Can). Yasir Mubarok, M.Hum. yang juga dosen muda dari Universitas Pamulang. Berbeda dengan Syarif, jurnal yang dikelola Yasir merupakan jurnal milik Fakultas Adab dan Humaniora, UIN syarif Hidayatullah Jakarta. Ia mengelola 3 jurnal sekaligus yakni Adabiyah, Al-Thurats, dan Insaniyat.

Materi yang disampaikan kedua narasumber sangat dibutuhkan oleh peserta yang sedang menyusun tugas akhir. Syarif menyampaikan pentingnya memahami larakter jurnal dan skripsi. Keduanya memiliki perbedaan yang harus dipahami sehingga karya ilmiah mahasiswa berkualitas.
"Skripsi itu tujuannya sebagai syarat lulus, sedangkan jurnal itu sebagai sumbangsih pemikiran untuk kekayaan ilmu pengetahuan. Tujuannya saja sudah berneda sudah pasti isinya berbeda". Ujar Syarif yang juga sekretaris Prodi S3 Pendidikan Bahasa Indonesia Uhamka.
Pria yang pernah 7 tahun nyantri di Madura tersebut juga menyampaikan pentingnya publikasi jurnal bagi mahasiswa. Menurutnya skripsi perlu dipublikasi agar peneliti dan akademisi lain di luar Unpam bisa membaca sumbangsih keilmuan dari hasil kajian skripsi. Menurutnya, skripsi hanya dibaca oleh adik kelas, sedangkan jurnal aksesnya terbuka ke seluruh dunia.
Sementara itu, Yasir Munarok mengajarkan cara membuat sitasi dan membuat daftar pustaka melalui aplikasi Mendeley. Ilmu yang disampaikan mahasiswa doktoral Universitas Pendidikan Indonesia tersebut merupakan ilmu penting yang harus dimiliki mahasiswa. Banyak mahasiswa yang tidak bisa menggunakan alat bantu referensi dengan baik.
"Mendeley itu alat bantu membuat sitasi dan referensi dalam larya ilmiah. (Akan me-) mudah (kan) jika tahu caranya. Namun kalau tidak tahu caranya malah sitasi dan daftar pustaka Anda salah". Ujarnya.
Dalam menjelaskan paparannya, ia juga menggunakan video agar mahasiswa lebih mudah memahami tata cara menggunakan aplikasi Mendeley.
Mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ketua Prodi Sastra Indonesia, Dr. Misbah Priagung Nursalim, M.Pd. menyampaikan bahwa workshop karya ilmiah penting diikuti mahasiswa agar mahasiswa dapat mempraktikkan secara langsung dan mengaplikasikannya pada skripsinya. Dengan demikian, mahasiswa bisa lulus tepat waktu. Ia berharap agar mahasiswa tidak menjadi investor kampus dengan membayar biaya yang tidak perlu.
"Kalau Anda lulus di semester 8 maka Anda tidak perlu membayar biaya kuliah semester 9. Itu sangat mubazir jika Anda harus masuk semester 9, apalagi semester 14".
Dekan Fakultas Sastra, Tryana, S.S., M.A. juga menambahkan pentingnya mengatur rencana studi agar bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.
"Melalui rencana studi yang baik, Anda bisa menggunakan waktu Anda dengan baik. Waktu 7 tahun jangan dihabiskan hanya untuk S-1 saja. Waktu 7 tahun S1 dan S2".
Sementara itu, dari sisi mahasiswa menanggapi ini dengan gembira. Hal itu karena membantu membuka jalan pikiran tentang penulisan karya tugas akhir. (PNS)




