Logo

Prodi Sastra Indonesia Unpam Studi Banding ke Universitas Sebelas Maret, Dalami Kepakaran Dosen dan Sistem Akreditasi

Published on: 4 Sep 2026

Berita, Kerjasama

SURAKARTA — Program Studi Sastra Indonesia S-1 Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan studi banding ke Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S-1 Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat, 4 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi kedua program studi untuk memperkuat silaturahmi sekaligus bertukar pengalaman dalam pengembangan tata kelola akademik dan kelembagaan.

Delegasi Program Studi Sastra Indonesia S-1 Unpam diterima oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S-1 UNS, Dr. Raheni Suhita, M.Hum., serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNS, Prof. Dr. M. Rohmadi, M.Hum.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Sastra Indonesia Unpam menggali berbagai praktik pengelolaan program studi, khususnya terkait pengembangan kepakaran dosen, pengelolaan program mahasiswa asing, serta sistem akreditasi 5.1 dan LAM-Hum. Pertukaran informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dan pengembangan tata kelola Program Studi Sastra Indonesia S-1 Unpam.

Ketua Program Studi Sastra Indonesia S-1 Unpam, Dr. Misbah Priagung Nursalim, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan studi banding tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antarlembaga yang memiliki bidang keilmuan sejenis.

“Silaturahmi antarprogram studi penting dilakukan untuk menjaga hubungan baik antarlembaga dalam satu ilmu. Dunia dosen sangatlah sempit. Untuk itu, kita perlu memperkuat silaturahmi agar yang sempit ini tetap kuat,” ujar Misbah.

Menurutnya, pada usia ke-25 tahun, Program Studi Sastra Indonesia S-1 Unpam telah memperoleh akreditasi Sangat Baik. Namun, capaian tersebut justru menjadi motivasi untuk terus melakukan pengembangan dan belajar dari program studi yang telah memiliki pengalaman lebih panjang serta capaian akreditasi yang lebih tinggi.

“Sastra Indonesia akreditasinya masih Sangat Baik di tengah usia ke-25 tahun. Jadi, sepantasnya kami perlu belajar kepada senior yang juga akreditasinya Unggul,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S-1 UNS, Dr. Raheni Suhita, M.Hum., menyampaikan pentingnya pengembangan kepakaran dosen sebagai salah satu fondasi keberlanjutan keilmuan program studi.

Menurut Raheni, kepakaran dosen perlu dirancang dan dikembangkan oleh program studi bersama fakultas sehingga bidang keilmuan yang menjadi identitas program studi dapat terus terjaga sekaligus berkembang.

“Kepakaran dosen perlu dibentuk oleh program studi dan fakultas agar keilmuan di program studi terjaga dan berkembang. Satu dosen memilih satu bidang ilmu dan satu bidang ilmu hanya dimiliki oleh satu dosen,” jelas Raheni.

Ia menambahkan, dosen yang telah menentukan bidang kepakarannya diharapkan dapat mengembangkan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi secara konsisten sesuai bidang tersebut. Dengan demikian, proses pengembangan kepakaran tidak berhenti pada penentuan bidang keilmuan, tetapi berlanjut melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Satu dosen ini nantinya yang akan mengembangkan Tridharma sesuai bidang ilmunya sehingga dosen tersebut dapat menjadi pakar di bidang ilmu tersebut,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UNS, Prof. Dr. M. Rohmadi, M.Hum., menekankan bahwa studi banding merupakan proses pembelajaran yang bersifat dua arah. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak harus dimaknai sebagai hubungan antara institusi yang lebih muda belajar kepada institusi yang lebih tua, tetapi dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi kedua belah pihak.

“Studi banding itu bukan hanya yang muda belajar kepada yang tua, tetapi bisa juga sebaliknya,” ungkap Rohmadi.

Ia juga mengingatkan pentingnya budaya literasi dan kemampuan beradaptasi bagi dosen di tengah perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung cepat.

“Kita sebagai dosen harus literatif agar tidak ketinggalan zaman. Dosen harus mampu beradaptasi kapan pun dan di mana pun,” tegasnya.

Kegiatan studi banding ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan kerja sama dan implementasi berbagai praktik baik yang relevan dengan kebutuhan Program Studi Sastra Indonesia S-1 Unpam.

Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Sastra Indonesia S-1 Unpam terus berupaya memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan kualitas kepakaran dosen, serta mempersiapkan program studi menghadapi tuntutan pengembangan pendidikan tinggi dan sistem akreditasi yang terus berkembang.

Berita Relative

  • Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pamulang Tahun 2025

    unitsasindo

    3 Sep 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Tingkatkan Mutu Akreditasi, Dosen dan Staf UNPAM Diberi Pelatihan Pengelolaan Website

    unitsasindo

    24 Jun 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Sastra Indonesia Pamulang Kenalkan Budaya Indonesia di Hong Kong

    unitsasindo

    8 Sep 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Literasi dan Soft Skills Jadi Fokus PKM Sastra Indonesia

    unitsasindo

    17 Apr 2026

    Learn more
    Featured Image