Sastra Indonesia Pamulang Kenalkan Budaya Indonesia di Hong Kong
Published on: 8 Sep 2025

Berita, Pengabdian
(Hong Kong, 4/9/2025) Prodi Sastra Indonesia mengadakan pelatihan budaya kepada buruh migran Indonesia di Hong Kong. Pelatihan ini digerakkan oleh Dr. Misbah Priagung Nursalim, M.Pd. dan Zulva Sudarti, M.Pd. yang dibantu beberapa mahasiswa Prodi Sastra Indonesia.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 1 s.d. 3 September 2025 secara daring. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti lebih dari 30 buruh migran Indonesia yang bekerja di Hong Kong.
"Mengingatkan budayanya kembali itu penting ya, apalagi sudah bertahun-tahun di negeri orang. Tentunya ini bisa sebagai refleksi dan mengingatkan masa lalu (budaya)nya" Ujar Misbah.

Batsheva Cheng Christina selaku Director & Advisory Board Indonesia International School Hong Kong menyambut bagik kegiatan tersebut.
"(kegiatan ini) tentunya sangat diperlukan oleh mereka (Para TKI) agar tidak melupakan budayanya", ujarnya di sela-sela acara.
Kebudayaan Indonesia merupakan produk budaya yang diciptakan orang Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda tergantung dari letak geografis, iklim, kekayaan alam, dan sumber daya manusia.
Buruh Migran Indonesia yang bekerja di Hong Kong ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka membawa budayanya masing-masing ke Hong Kong. Mereka bertemu dengan banyak orang dari berbagai suku bangsa yang berlatar budaya berbeda. Mereka bisa mempengaruhi orang lain dengan budayanya namun juga berpotensi terpengaruh budaya lain dan melupakan budayanya.
Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada buruh migran Indonesia yang bekerja di Hongkong. Materi yang disampaikan terkait pentingnya tradisi daur hidup masyarakat Jawa. Pengabdian dilakukan pada 1-3 September 2025. Kegiatan ini merupakan imeplementasi kerja sama Universitas Pamulang, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Hongkong, dan Indonesia International School of Hongkong. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi melalui pendekatan budaya dan psikologis
Migrasi penduduk dari suatu tempat ke tempat lain memungkinkan terjadinya pertemuan antar budaya yang berbeda. Pertemuan tersebut dapat melahirkan akulturasi bisa juga mengakibatkan rejeksi terhadap suatu budaya.
Kedua kemungkinan tersebut pasti terjadi Buruh migran Indonesia yang bekerja di Hongkong merupakan agen kebudayaan Indonesia yang memungkinkan juga sebagai pelaku akulturasi budaya Indonesia dengan budaya Hongkong. Ia dapat memperkenalkan, menyebarkan, dan mengajarkan budaya Indonesia kepada sesama buruh Migran di sana yang berasal dari berbagai bangsa.
Akan tetapi, tidak sedikit pula yang justru malah terpangaruh oleh budaya bangsa lain dan melalaikan budayanya Indonesia. Hal itu dapat membuat budaya Indonesia mengalami rejeksi.
Hari pertama kegiatan dilaksanakan pada 1 September 2025 dengan memberikan materi tentang kebudayaan. Materi ini disampaikan oleh Dr. Misbah Priagung Nursalim, M.Pd.
Hari kedua kegiatan dilaksanakan pada 2 September 2025d dalam bentu FGD budaya Jawa yang masih dipertahankan di Hongkong dan kemungkinan akulturasi budaya. Materi ini disampaikan oleh Zulva Sudarti, M.Pd.
Hari ketiga sebagai hari terakhir dilaksanakan pada 3 September 2025 melalui membuat FGD budaya Hongkong yang berpotensi dibawa ke Jawa. Materi ini disampaikan oleh kedua narasumber dibantu oleh mahasiswa Prodi Sastra Indonesia.
Pertemuan budaya dapat memperkaya sebuah budaya apabila bertemu melalui akulturasi, namun akan menghilangkan budaya lama jika terjadi rejeksi yang membuang budaya asalnya dan menganggap budaya barunya sebagai budaya yang lebih baik.
Kegiatan ini merupakan kegiatan keempat yang dilaksanakan oleh Prodi Sastra Indonesia Unpam kepada buruh migran Indonesia di Hong Kong. Ini merupakan implementasi kerja sama Universitas Pamulang dengan Internasional Indonesia School of Hong Kong yang sudah terjadlin sejak tahun 2022. Selain Prodi Ssatra Indonesia, Universitas Pamulang juga menyelenggarakannya melalui prodi lain dan rutin melaksanakannya setiap bulan.
Metode yang digunakan yaitu sosialisasi melalui pendekatan budaya dan psikologis. Sasaran dari kegiatan ini yaitu buruh migran Indonesia yang bekerja di Hong Kong. Tujuan dari kegiatan ini sebagai proteksi budaya kepada para buruh migran Indonesia di Hong Kong. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu mempertehankan budaya Indonesia melalui pengenalan dan pengingatan kembali tradisi daur hidup sebagai budaya Indonesia. (RED)




