Prodi Sastra Indonesia UNPAM Kenalkan Kudapan Nusantara kepada Mahasiswa Filipina melalui Kegiatan PKM Lintas Negara
Published on: 3 Des 2025

Berita, Pengabdian
Tangerang Selatan – November 2025. Civitas akademika dari Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang (UNPAM) sukses menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Promosi Budaya dan Bahasa Indonesia melalui Kudapan Tradisional Nusantara” bersama pemelajar BIPA dari Polytechnic University of the Philippines (PUP), Manila, pada 13 November 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan secara
daring ini melibatkan empat mahasiswi semester tujuh—Diah Suhartini, Juherni
Isnanova, Wentia Setiawan, dan Aura Firmanda, serta dua dosen, yaitu Keni
Pradianti, S.Pd., M.Hum., dan Adam Muhammad Nur, S.S., M.Hum. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 13 November 2025.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan sebagai wujud nyata implementasi Tridharma
Perguruan Tinggi UNPAM. PKM ini bertujuan menjembatani pemahaman kebahasaan dan
kebudayaan Indonesia melalui diskusi makanan tradisional, mempraktikkan
percakapan dalam bahasa Indonesia mengenai topik kudapan Nusantara.

Kegiatan diawali dengan pemaparan
materi kebahasaan seperti kosakata yang berkaitan dengan tema, hingga tata
bahasa imbuhan “be-“ beserta alomorfnya. Selanjutnya, kegiatan beralih ke sesi
pengenalan kampus Unpam. Sesi ini merupakan upaya yang dilakukan pihak Sasindo
Unpam untuk mempromosikan perguruan tinggi melalui tampilan video yang
menayangkan informasi-informasi penting dan menarik seputar Unpam. Ini adalah langkah persuasif untuk menarik minat
peserta terhadap Unpam. Dengan demikian, harapannya di masa depan akan ada
mahasiswa internasional dari Filipina yang belajar langsung ke Unpam. Bahkan
lebih jauh, hal tersebutjuga bisa memperbesar potensi kerjasama yang lebih
solid di masa mendatang. Kemudian acara berlanjut pada
pemaparan kudapan Nusantara melalui video vlog yang telah dibuat oleh
tim pelaksana PKM. Melalui media audiovisual, mahasiswa PUP mendapatkan
pengalaman belajar mengenai kata dasar, afiks, dan kosakata seputar rasa serta
tekstur makanan secara lebih menyenangkankan. Pendekatan melalui media tersebut
juga membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dan komunikatif.

Kegiatan juga diisi dengan diskusi antara mahasiswa Indonesia dan Filipina. Para peserta PKM yang merupakan mahasiswa PUP Tingkat 2 dari jurusan English, Foreign Language, and Linguistics, terlibat secara aktif dalam diskusi. Melalui kegiatan diskusi lintas budaya ini, baik peserta maupun mahasiswa Unpam saling berbagi informasi mengenai panganan khas dari negara masing-masing. Salah satu pemabahasan yang paling diminati oleh peserta adalah ketika mahasiswa Unpam-PUP saling membandingan persamaan dan perbedaan antara klepon–palitaw, nasi tim–pastil, dan ketimus–cassava suman. Peserta PKM menunjukkan antusiasme tinggi dan mengaku semakin memahami budaya Indonesia melalui diskusi tersebut.

Menurut Keni Pradianti, dosen prodi Sastra Indonesia yang juga merupakan seorang praktisi di bidang BIPA, kegiatan PKM ini adalah wadah yang tepat bagi mahasiswa Sastra Indonesia untuk mempersiapkan diri sebagai calon diplomat bahasa. “Ini merupakan kegiatan yang berdampak positif bagi kedua belah pihak. Bagi mahasiswa Unpam, kegiatan ini tentu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu ke-BIPA-an seperti yang sudah dipelajari melalui berbagai mata kuliah prodi. Di samping itu, manfaat praktisnya juga akan didapatkan oleh peserta PKM yang saat ini sedang belajar BIPA”.

Program ini tidak hanya meningkatkan
kemampuan bahasa peserta PKM, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara
Indonesia dan Filipina, khususnya antara Unpam dan Polytechnic University of
the Philippines. Prodi Sastra Indonesia Unpam berharap kerja sama dengan PUP
dapat berlanjut pada kegiatan Tridharma yang lainnya. (RED)




