Prodi Sasindo Adakan Pelatihan Penyelarasan RPS untuk Dosen
Published on: 15 Jan 2026

Berita
Program Studi
Sastra Indonesia (Sasindo) Universitas Pamulang mengadakan pelatihan
penyelarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) bagi para dosen, Selasa
(13/1/2026). ''RPS merupakan instrumen strategis bagi dosen untuk memastikan
setiap pertemuan di kelas sesuai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) ,'' ujar Dr Misbah Priagung Nursalim,
Kepala Program Studi (Kaprodi) Sastra Indonesia Universitas Pamulang.
Lebih lanjut,
Misbah mengungkapkan, pelatihan penulisan RPS ini dilakukan untuk menyesuaikan
dengan kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Dalam kurikulum OBE, fokus
penyusunan RPS adalah capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan capaian
pembelajaran mata kuliah (CPMK) yang spesifik, terukur, dan diharapkan bisa
relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
CPL dan CPMK ini
mencakup adanya sikap, keterampilan hingga pengetahuan yang diharapkan dari
mahasiswa, sehingga setiap aktivitas di kelas mempunyai arah yang jelas, bukan
sekadar menyelesaikan waktu pembelajaran. Dengan cara ini, RPS membantu dosen
memastikan bahwa setiap pertemuan, tugas, dan penilaian yang dilakukan selalu
mengacu pada satu hal kunci, yaitu terkait kompetensi mahasiswa.
Bagi dosen, kata Misbah, RPS berbasis OBE memberikan kejelasan arah pengajaran dan standar kualitas, sehingga proses perkuliahan lebih terstruktur dan mudah dievaluasi. ''Dengan adanya RPS yang sesuai, dosen memiliki dasar kuat untuk menyusun bahan ajar, memilih metode, serta mengembangkan rubrik penilaian dengan tepat,'' katanya.
Tak ketinggalan,
Misbah juga mengingatkan agar dosen tetap mengikuti perkembangan teknologi dan
kebutuhan industri ketika melakukan pengajaran yang tentunya akan tergambar
pula dalam RPS yang dirancang.
''Jangan sampai
dosen tertinggal informasi dibandingkan dengan mahasiswa. Apalagi saat ini
informasi saat mudah diakses. Dengan mengikuti perkembangan teknologi dan
industri, maka dosen dapat terus memperbarui pengetahuannya,'' lanjut Misbah.
Selain itu, dosen
yang aktif menyesuaikan RPS dengan tren industri dan teknologi akan lebih siap
menghadapi berbagai tuntutan dan akhirnya sikap adaptif ini tidak hanya
menguntungkan mahasiswa, tetapi juga memperkaya karier dan kontribusi dosen
dalam masyarakat dan lembaga. Ketika dosen mampu menyelaraskan RPS dengan
perkembangan industri dan teknologi maka boleh dikatakan bahwa mahasiswa sudah
disiapkan untuk memahami wajah dunia kerja meski masih berada di kampus.
Pendekatan OBE
sendiri menuntut kurikulum yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri, sehingga bahan ajar, RPS, dan
tugas dapat diperbarui tanpa mengubah capaian pembelajaran utama. Dengan cara
ini, lulusan menjadi lebih siap kerja dan memiliki keterampilan aktual yang
diharapkan oleh perusahaan.
Dalam kesempatan
yang sama, Koordinator Bidang Pendidikan Prodi Sasindo, Dr Velayati Khairiah
Akbar, memaparkan detail penulisan RPS yang mengacu pada kurikulum OBE. Menurut
Velayati, pada dasarnya RPS tersebut mengacu pada pembelajaran yang berbasis
proyek dan studi kasus sehingga lebih berpusat pada keaktifan mahasiswa.
RPS berbasis OBE
umumnya memuat identitas mata kuliah, pemetaan CPL–CPMK, metode dan pengalaman
belajar mahasiswa, bentuk tugas dan proyek, hingga rubrik penilaian. Velayati
kembali mengingatkan bahwa seluruh komponen tersebut diutamakan berbasis pada
proyek dan studi kasus sekaligus mengingatkan dosen agar tidak lagi berfokus
pada metode pembelajaran berupa ceramah.
Meski saat ini
nyaris seluruh mata kuliah di Sasindo Unpam telah memiliki RPS, penerapan
kurikulum OBE ini pun membuat dosen perlu meninjau ulang RPS yang telah dibuat
dan disesuaikan pula dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. ‘’Dengan
struktur ini, RPS bukan sekadar kelengkapan administratif, tetapi peta jalan
pembelajaran yang menuntun proses perkuliahan sepanjang semester,’’ kata
Velayati.




